Gombalan Maut, a Discovery Story
"Apa perbedaan rumah sama Ka Ayu?", tanya Rosyid. "Apa?" "Kalau rumah melindungi keluarga dari hujan, kalau Ka Ayu melindungi hati ku", gombalnya malu-malu disertai sorakan dari seisi kelas. Pelajaran menggombal mungkin akan menjadi salah satu kenangan yang paling mereka ingat dari kami para pengajar kelas 6 Sekolah Dasar Tejang Sebesi. Saya dan Talitha— partner mengajar saya selama seminggu—sepakat menjadikan sesi pelajaran Bahasa Indonesia sebagai ajang kreativitas anak-anak untuk menggombal. Kok menggombal? Mereka kan masih kecil? Saya percaya bahwa kreativitas anak tidak bisa hanya diasah melalui teori di buku, melainkan dengan praktek langsung. Memberikan gombalan di depan kelas membutuhkan keberanian, dan kreativitas merangkai kata. Sehingga, kami tantang anak-anak—siapapun yang berani—maju ke depan kelas dan memberikan gombalan kepada kami para pengajar. Selama sesi menggombal, mereka saling berdiskusi, menyemangati teman-temannya y...