Youth Activities #1 - Young on Top Campus Ambassador Batch 5

"Halo, Selamat sore. Saya dari Young on Top, benar ini dengan mbak Ayu?" 

"Iya, benar. Ada apa mbak?"

"Saya ingin memberitahukan bahwa Ayu lulus tahap pertama menjadi Young on Top Campus Ambassador. Mohon cek email dan segera daftar kapan mbak bisa melakukan tahap kedua, yaitu interview"

Merupakan sepenggal percakapan di pertengahan tahun 2014. Percakapan singkat yang menjadi salah satu titik balik hidup saya. Kenapa saya sebut titik balik?

Saya ingat betul hari itu hari Selasa sedang hujan deras. Sekitar pukul 3 saya sudah berangkat menuju Intiland Tower, Annexe Building Lantai 6, Kampus LSPR untuk melakukan interview dengan salah mentor YOT. Interview berlangsung pukul 17.00 WIB tapi rasa deg-degannya udah berlangsung dari siang hahaha. Saya datang 30 menit lebih awal dan ternyata sudah ada 3 calon YOTCA (Young on Top Campus Ambassador) lainnya di ruang tunggu.

Di ruang tunggu saya bertemu Adita, Mahasiswi Kampus Tazkia yang datang jauh-jauh dari Sentul. Di sebelah Adita, ada Renaya dan Galih, dua mahasiswi asal IPB yang datang jauh-jauh dari Bogor. 15 menit kemudian, datang lagi calon YOTCA lainnya. Namanya Innaka, mahasisiwi asal UPI YAI. Mereka dateng dengan penuh senyum dan semangat. Adita dan Renaya bahkan sudah sampai di TKP dua jam sebelum interview YOTCA di mulai. Mereka pergi sendiri mencari lokasi interview, sedangkan saya diantar saudara. Saya bahkan belum menjadi keluarga Young on Top, tapi saya sudah belajar satu hal, if you want something so bad, do the extra mile. 

Satu bulan kemudian nama saya diumumkan di twitter Founder Young on Top, mas Billy (@BillyBoen) menjadi salah satu dari 58 Young on Top Campus Ambassador batch 5. Pertemuan pertama kami sebagai YOTCA berlangsung di Gedung Cyber 2, Kuningan. Saya masih ingat, hal pertama yang diucapkan oleh mentor-mentor YOT kepada kami bukanlah congratulation. Melainkan, Welcome to the jungle.

"Perjalanan kalian sebagai YOTCA tidak akan mudah. Jika dibuat diagram akan berbentuk seperti gunung yang awalnya menanjak, lalu menurun, menanjak lagi, menunrun lagi dan seterusnya. Apakah kalian sampai di garis finish? Kalian yang menentukan" Ujar Mas Billy.

Saat itu saya masih tidak mengerti apa maksud dari "Welcome to the jungle". Namun benar saja, 3 bulan kemudian, saya mengerti dan merasakan artinya :) Perjalanan menjadi YOTCA memang tidak mudah. Segudang project event, tugas dari mentor, monthly report, berbagai rapat hingga kerjasama team harus dilalui para YOTCA. Berbagai tekanan dan deadline kami rasakan. Diperlukan adaptasi, dan kemauan belajar yang super tinggi untuk sampai di garis finish. Tapi, saya bisa jamin satu hal. You will thank to yourself later in finish line. 

Di Young on Top Campus Ambassador batch 5, saya dipercaya memimpin divisi Catalyst. Divisi yang bergerak di bidang pendidikan dan membawahi 3 program, yaitu YOT Campus Roadshow (Seminar-seminar ke kampus-kampus JABODETABEK). YOT Goes to High School (Seminar-seminar ke SMA/SMK JABODETABEK), dan 1 million books (mengumpulkan buku bekas layak baca untuk disumbangkan ke taman bacaan yang membutuhkan). Sejujurnya ketika awal saya apply untuk bertanggung jawab terhadap divisi ini, saya berpikir tidak mungkin saya bisa membuat seminar di kampus orang. Saya hanya mahasiswi biasa yang tidak kenal siapa-siapa. Tapi, there's is a will, there's is a way. Bersama tim divisi Catalyst, kami berhasil melaksanakan 5 seminar di 5 SMA di JABODETABEK, 6 seminar di 6 Universitas berbeda di JABODETABEK, dan mengumpulkan kurang lebih 3500 buku layak baca dengan total peserta dari semua seminar sekitar 1400 orang. Kami memecahkan rekor peserta seminar YOT Campus Roadshow terbanyak di STAN dengan 669 peserta dan jumlah buku terbanyak yang berhasil di kumpulkan.

Lalu, apakah itu semua terjadi karena saya seorang?
Sama sekali tidak. A leader is NOTHING without her team. Itu semua hasil kerja keras TEAM.
(Terimakasih Claudia, Dewanti, Eriska, Aida, Denisha, dan Renaya! Kalian salah satu tim paling hebat yang saya punya. Keep inspiring!)

Memimpin divisi Catalyst adalah salah satu pelajaran paling berharga yang saya dapatkan. Saya belajar banyak hal. Perbedaan karakter, perjuangan, waktu, disiplin, tanggung jawab, pengorbanan hingga persahabatan. Pelajaran yang tidak pernah saya dapatkan di ruang kelas.

Singkat cerita, setahun berlalu dan kami tiba di finish line Young on Top Campus Ambassador. Kami dinyatakan lulus dan "di wisuda" di Young on Top National Conference 2015 yang dihadiri 1500 orang.


 YOTCA batch 5


YOTCA delegasi BINUS


Kelompok Mentoring Mas Ricky - Mbak Maya


Bersama Andy F. Noya (Presiden komisaris YOT) dan Mas Billy (Founder YOT)


Menjadi  bagian dari keluarga ini adalah salah satu kesempatan paling berharga yang pernah saya miliki. Setahun bukan waktu yang singkat. Dari bawa puluhan buku di kereta Bogor - Tangerang yang penuh sesak. Naik motor di tengah banjir dan hujan deras sambil bawa puluhan buku layak baca. Menjelejah ibukota Jakarta sampai Bogor. Berkunjung ke kampus-kampus dan masih banyak memori lainnya yang gak akan pernah lupa.


                               "You don't know the value of a moment until it becomes a memory"
                                                                             - Dr. Seuss


True, right?

Saya ingat di akhir evaluasi individu YOTCA, Mas Billy berkata kepada saya, "Kamu dan YOTCA lainnya walaupun udah lulus nanti akan selalu jadi bagian dari keluarga Young on Top. Sebarkan value YOT. Don't take it for granted. Always be a leader who lead by example"

Sepenggal kalimat nasihat yang sukses bikin saya terharu sekaligus membakar semangat. 

Terimakasih Mas Billy atas kesempatannya menjadi bagian dari keluarga inspiring ini.
Terimakasih Mas Ricky, Mbak Maya dan mentor-mentor YOT lainnya (Mas Gunawan, Mbak Bunga, Mas Anggia, Ka Jojo, Ka Eva, Ka Sirly, Mas Taufan dan Mas Didip) atas berbagai pelajarannya yang sangat berharga.
Terimakasih Tim Catalyst batch 5 atas airmata-pengorbanan-candaan-keluhkesah-tawa dan semua kenangan yang terlalu banyak jika diceritakan.
Terimakasih YOTCA batch 5 atas perjuangan dan kekeluargaannya.

Setahun di Young on Top kurang lebih telah membentuk saya menjadi Ayu yang sekarang. Keluarga ini mengajarkan saya bahwa sukses bukanlah ketika kita memiliki banyak uang. Sukses adalah ketika kita bisa berdampak dan bermanfaat untuk orang lain.

Terimakasih Young on Top! :)

Best Regards,
A Mentee who still learning.

Comments

Popular posts from this blog

Long-Distance Friendship - Student Ambassadors for ASEAN Project 2017

Tips Menjadi Student Ambassadors For ASEAN Project - Scholarship for Summer School Program