Youth Activities #2 - Volunteer Jakarta International Marathon
Hi, Fellas!
Adakah diantara kalian yang suka lari?
Bukan, bukan lari dari kenyataan. Tapi lari di lomba-lomba marathon. Well, kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya menjadi volunteer di Jakarta International Marathon. Ada yang tau apa itu Jakarta International Marathon?
Jakarta International Marathon adalah acara marathon bertaraf internasional yang diadakan tiap tahun di Monas, Jakarta. Tiap tahunnya ada ribuan orang dari berbagai negara yang ikutan acara ini. Di acara ini kita bisa memilih race categories mana yang mau kita ikuti. Kamu bisa memilih kategori untuk lari 5k, 10k, half marathon 21.0975 km atau full marathon 42.195 km. Dari anak muda sampai orang tua bisa ikutan acara ini. Bahkan, anak-anak pun bisa! Karena di Jakarta International Marathon ada kategori Maratoonz (Children Sprint) sejauh 1k.
Awalnya saya tau acara ini dari teman saya yang lebih dulu pernah menjadi volunteer acara ini. Lalu, saya putuskan mendaftarkan diri menjadi volunteer. Meeting perdana diadakan satu minggu sebelum hari H di Permata Hijau, Kebayoran Lama. Ekspektasi saya bakal dapet temen-temen dari berbagai kampus tapi ketika meeting perdana ternyata rata-rata yang mendaftarkan diri menjadi volunteer hampir semuanya berasal dari BINUS hahaha.
Saya mendapatkan tim berisi 12 orang. Ada yang berasal dari BINUS, dan IPB. Saya bahkan kedapatan satu tim dengan teman-teman dekat saya. Pada saat hari H, kami menjaga dan melayani booth 10k. Jadi, peserta Jakarta Marathon 10k yang sudah mendaftarkan diri bisa mengambil nomor dan perlengkapan lari di booth kami dengan menunjukkan bukti pembayaran. Peserta yang kami layani tidak hanya berasal dari Indonesia tapi juga ada yang berasal dari Jepang dan beberapa negara lainnya.
Tim Volunteer 10k!
Tugas kami sebagai volunteer mungkin terdengar mudah tapi ketika dipraktekkan, tidak semudah yang terdengar. Saat peserta yang datang cukup banyak, kami harus gesit mengolah data. Belum lagi, mencari dan mengambil nomor yang ada ratusan di beberapa kotak box. Saya kira awalnya ini bakal gak seru, tapi ternyata seru! Setelah banyak ngobrol dan berkenalan dengan volunteer lain, kami jadi akrab dan ketawa-ketawa bareng :)
Pulang dari sini, bertambah lah teman saya. Menjadi volunteer memang tidak dibayar besar, tapi kita mendapatkan hal lain yang jauh lebih berharga daripada hanya sekedar uang, yaitu pengalaman, dan networking.
Terimakasih Jakarta International Maratahon atas pengalamannya!

Comments
Post a Comment